• Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura Bagikan Hadiah Kepada Juara Lomba

  • Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura Kunjungi Persit Cabang Kodim Ambon

Persit KCK Koorcab Rem 151 Laksanakan Bansos

Posted by: | Posted on: March 22, 2018

Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 151/Binaiya memberikan Bantuan Sosial (Bansos) kepada Anak Yatim Piatu dan Warakawuri guna mewadahi rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Komando Resor Militer (Korem), Kamis (22/03).
Berbagi bersama anak yatim piatu dan para warakawuri ini sebagai bentuk solidaritas antar sesama guna membantu meringankan beban hidup bagi anak yatim piatu dan warakawuri, selain itu juga guna menjalin dan menyambung tali silaturahmi serta komunikasi yang baik antar sesama.
Gelar aksi solidaritas tersebut dilaksanakan dengan berkunjung ke tempat anak yatim piatu yakni Panti Asuhan Nurul Ikhlas di Dusun Arbes Ds. Batu Merah Kec. Sirimau dan Panti Asuhan Caleb House di Desa Kayu Tiga/Air Kaki Setan Kota Ambon dan Warakawuri keluarga besar Korem 151/Bny.
Bertindak selaku pimpinan kegiatan Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura, Ny. Christian K. Tehuteru dan didampingi Kasipers Korem 151/Binaiya, Mayor Inf Karona Susilo, perwakilan anggota Korem 151/Bny serta pengurus Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura.
Dalam pelaksanaan Bansos tersebut, Persit juga memberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan cara menggosok gigi yang baik dan benar yang diberikan oleh drg. Sungging Pertiwi.
“Kegiatan Bansos ini merupakan upaya agar TNI selalu menjaga kemanunggalan dengan rakyat, juga peran Persit KCK Koorcab Rem 151 untuk bisa selalu berbagi kasih kepada masyarakat di Maluku khususnya anak-anak panti asuhan yakni panti asuhan Nurul Ikhlas dan panti asuhan Caleb House yang berada di wilayah kota Ambon ini,” ujar Ketua Persit dalam Sambutannya.
Ketua Persit juga berpesan kepada anak-anak panti asuhan agar senantiasa terus belajar dan mengejar cita-cita.


Persit Kartika Chandra Kirana Juara 1 Lomba Bola Volly

Posted by: | Posted on: March 16, 2018

Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana PD XVI/Pattimura ikut andil dalam lomba Volly dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Dharma Pertiwi dan memperoleh Juara 1 di Lapangan Volly Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon, Jumat (16/03).
Tim Persit KCK PD XVI/Pattimura yang diwakili oleh Tim Volly dari Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura mampu menunjukan eksistensinya sebagai tim terbaik di Jajaran Kodam XVI/Ptm setelah sebelumnya juga dapat menjuarai pertandingan Bola Volly Persit antar satuan di Kodam XVI/Ptm dan merebut juara 1 lomba Volly HUT ke-54 Dharma Pertiwi setelah mengalahkan lawan-lawannya dari Pia Ardhya Garini dan Jalasenatri.
Dengan mental juara yang dimiliki oleh tim Persit, mereka mampu mengalahkan lawan-lawannya yang tidak bisa dianggap remeh. Kekompakan dan kegigihan mereka mendapatkan apresiasi yang sangat meriah dari seluruh peserta yang hadir pada acara tersebut. Posisi kedua dalam pertandingan tersebut diraih oleh tim dari Pia Ardhya Garini, sedangkan Jalasenatri harus puas sebagai juara ketiga. Kegiatan yang dimulai dengan olah raga bersama tersebut turut hadiri oleh Ketua Persit Daerah PD XIV/Pattimura, Ny. Ngesti Suko Pranoto yang juga sebagai Ketua Dharma Pertiwi, Ketua Jalasenastri Koorcab Lantamal IX/Ambon, Pia Ardhya Garini yang diwakili Oleh Istri dari Kadisops Lanud Pattimura, Ketua Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura, Ny. Christian K. Tehuteru, Wakil Ketua Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura, Ny. Christian Pieter Sipahelut yang mendampingi Tim Volly Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura, seluruh Persit, Jalasenastri , Pia Ardhya Garini yang mengikuti seluruh olahraga bersama dan Tim Volly tersebut.


Persit KCK Koorcab Rem 151 Juara 1 Dalam Perlombaan Menyanyi Solo dan Duet

Posted by: | Posted on: March 15, 2018

Persatuan Istri Tentara (Persit) PD XVI/Pattimura mengadakan perlombaan menyanyi solo dan menyanyi duet dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke -72 Persit Kartika Candra Kirana tahun 2018, dari beberapa peserta yang bertanding, peserta dari Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura yang ikut dalam lomba menyanyi Solo Ibu Jimiy Adam, istri dari Serda Dani Adam (Dim 1506/Namlea) dan lomba menyanyi Duet Ibu Lekatompesy (istri dari Serda Lekatompesy (Dim 1504/Ambon) yang berduet dengan Ibu Ona Situmorang istri dari Koptu Erijon Situmorang (Kima Rem 151/Bny).
mampu berkiprah menunjukkan suara emasnya, keluar sebagai Juara 1 dalam perlombaan menyanyi tersebut, yang dilaksanakan di Baelio Slamet Riyadi Makorem 151/Binaiya, Kamis (15/03).
Lomba menyanyi yang dilaksanakan selama satu hari tersebut terlihat sangat meriah dan seru untuk dilihat, dimana masing-masing peserta menunjukkan kebolehannya dalam hal dunia tarik suara.
“Tak sia-sia usaha selama mereka berlatih yang kurang lebih selama dua minggu terakhir ini sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.”Ucap Kapten Inf Hendrik Ulorlo yang secara langsung membimbing dan mendampingi dalam setiap latihan peserta dari Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura.
Turut hadir dalam lomba tersebut tersebut Ketua Daerah PD XV/Pattimura, Ny. Ngesti Suko Pranoto, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151/PD XVI/Pattimura, Ny Christian K. Tehuteru Seluruh Pengurus Persit PD XVI/Pattimura, Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura, Ny. Christian Pieter Sipahelut, Peserta lomba menyanyi Persit dan anggota Persit supporter dari perwakilan Cabang-cabang, Panitia dan Dewan juri dalam perlombaan tersebut.


Luar Biasa Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura

Posted by: | Posted on: March 15, 2018

Memang luar biasa, hal tersebut adalah ungkapan yang pas untuk dinobatkan kepada Persatuan Istri Tentara (Persit) KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam mengikuti rangkaian kegiatan Lomba-lomba yang diselenggarakan oleh Persit KCK PD XVI/Pattimura dalam rangka memperingati HUT Ke-72 Persit Kartika Chandra Kirana, Senin (12/03).
dalam hal ini peserta Tenis Meja dari Persit KCK Koorcab Rem 151/Binaiya Lomba Tenis Meja yang diikuti oleh Ibu Syamsurizal mampu meraih Juara 1 dalam perlombaan yang digelar di Lapangan Indoor Tapal Kuda.
Lomba tenis meja tersebut diikuti oleh peserta perwakilan dari masing-masing satuan yang mana semua menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ternyata sebagai Persit juga tak hanya mampu mendampingi tugas suami akan tetapi juga mampu melaksanakan perlombaan yang diantaranya berupa olahraga Ketangkasan.


Persit KCK Koorcab Rem 151 Juara 1 Dalam Perlombaan Voly Ball

Posted by: | Posted on: March 11, 2018

Persatuan Istri Tentara (Persit) PD XVI/Pattimura mengadakan perlombaan Voly Ball dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke -72 Persit Kartika Candra Kirana tahun 2018, dari beberapa Tim yang bertanding, Tim dari Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura mampu berkiprah keluar sebagai Juara 1 dalam perlombaan tersebut, yang dilaksanakan di lapangan Indoor Tapal Kuda, Kota Ambon, Sabtu (10/03). Lomba Volly ball yang dilaksanakan dari hari Jumat kemarin dengan babak penyisihan dan dilanjutkan dengan semi final dan final untuk hari ini terlihat sangat meriah dan seru untuk dilihat, dimana masing-masing Tim menunjukkan kebolehannya dalam mengolah sikulit bundar dengan lihai. Lebih lanjut hasil dari perlombaan tersebut Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura mampu menunjukkan kiprahnya merebut Juara 1 dan untuk Juara 2 diraih oleh Persit Cabang IX Rindam, Juara 3 diraih oleh Persit Cabang XXXIV Yonif 733.
Seperti pepatah mengatakan “Usaha tidak akan menghianati hasil” hal tersebut lah yang dilaksanakan Persit KCK Koorcab Rem 151 yang telah mempersiapkan diri betul-betul untuk berlatih yang selama kurang lebih dari satu bulan yang lalu, sehingga dalam perlombaan ini Persit Koorcab Rem 151 Penuh semangat dan menguasai permainan, dalam perlombaan ini dapat meraih Juara satu.
Turut hadir dalam acara tersebut Ny. Christian Pieter sipahelut yang juga sebagai Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura, Ny. Fendri Navyanto Raminta selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Dim 1504 Istri dari Dandim 1504/Ambon, Ny. Yoyok yang juga istri dari Kasiter Rem 151/Binaiya, Pengurus serta anggota Persit KCK Koorcab Rem 151/Binaiya, supporter dari perwakilan Cabang-cabang sejajaran Koorcab Rem 151, seluruh Pemain serta Official Tim Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura.


TEGAR DITENGAH BADAI: BERSYUKUR DALAM KEKURANGAN, BERSABAR DALAM KESESAKAN

Posted by: | Posted on: January 22, 2018

Mereka, anak-anak berkebutuhan khusus, selalu dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat kita. Tak pantas rasanya mengkategorikan anak berkebutuhan khusus sebagai “anak yang tidak berharga”, “anak yang tak punya masa depan”, atau “anak yang jadi beban orangtua”. Anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah anak-anak yang dilahirkan biasa tapi mereka terlahir dari para orangtua yang hebat dan sangat luar biasa. Sebuah pelajaran hidup dan kisah inspiratif yang kami peroleh dari para orangtua hebat dalam kegiatan anjangsana ke putra-putri Prajurit TNI-AD dijajaran Persit Koorcab Rem 151 yg mengalami cacat mental & fisik, diantaranya ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 1504/Ambon. Pada bulan Desember yang lalu, Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura, Ny. Christian Kurnianto Tehuteru, beserta Ibu Wakil Ketua, Ny. Christian Pieter Sipahelut, dan Ketua Seksi Sosial, Ny. Imam Khanafi, serta ikut mendampingi yaitu Ketua Persit KCK Kodim Ambon, Ny. Roynald Sumendap beserta pengurus, mengunjungi rumah anak-anak berkebutuhan khusus (16/12/17), antara lain ananda Theresia Noya, 16 thn, yang menderita gangguan kelainan otak dan perkembangan saraf dan fungsi tubuh akibat permasalahan medis saat dalam kandungan, adalah putri yang sangat cantik dari Ny. Monce Noy, anggota Persit Ranting Haruku Kodim Ambon, kemudian ananda Huzar Devan Latuile, 7thn, putra dari Ny. Agustinus Latuile yang menderita microcephalus, yaitu ketidaknormalan sistem saraf yang menyebabkan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran normalnya, serta ananda Ni Luh Chantika, 10 thn, putri dari Ny. Ketut Janji, Wakil Ketua Cabang Kodim Ambon, yang juga menderita gangguan otak dan perkembangan di dalam kandungan. Pada saat mengunjungi anak-anak tersebut, kami melihat bagaimana orangtua mereka mengajari dan merawat mereka dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Kami banyak belajar dari ibu-ibu yang luar biasa bahwa benar adanya cinta seorang ibu kepada anaknya sepanjang masa dan tanpa syarat. Para ibu hebat tersebut tetap menjalankan tanggungjawabnya merawat si buah hati dengan penuh keikhlasan dan sukacita. Tak ada terdengar keluhan dan sungutan dari bibir mereka. Yang ada hanya senyuman. Senyuman ditengah kesesakan. Senyuman mensyukuri hidup. Bagaimanapun kondisi fisik & mental putra-putri yang dilahirkannya, mereka menerimanya dengan sangat tulus ikhlas dan penuh ketabahan. Banyak pelajaran berharga yang kami dapati ketika kami berkunjung ke rumah para ibu tersebut dan menyaksikan kehidupan sehari-hari mereka yang menuntutnya penuh kesabaran, yaitu belajarlah bersyukur dalam segala keadaan. Bersyukur dalam kekurangan, ikhlas dalam ketidak-relaan dan bersabar dalam menanggung beban. Mereka yang bahagia tidak selalu harus memiliki apa yang terbaik dalam hidup mereka, tetapi mampu menjadikan setiap apapun yang hadir dalam hidupnya menjadi yang terbaik.
(dikisahkan oleh Ny. Imam Khanafi & Ny. Gerald Tobing-Pengurus Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura)


Peningkatan Ekonomi Masyarakat Tual Melalui Teknik Pengolahan Lahan yang Produktif

Posted by: | Posted on: January 22, 2018

Pada tanggal 22 Juli 2016, untuk pertama kalinya kami beserta keluarga tiba di kota Tual Maluku Tenggara, Ambon- Maluku. Sebagai istri prajurit TNI-AD, sudah menjadi kewajiban saya untuk mendampingi suami dimanapun bertugas, dan saat itu suami saya, Letkol Arh Hilarius Karnedi, mendapat amanah menjadi Komandan Kodim 1503/Tual Korem 151 Kodam XVI/Pattimura.
Di daerah Tual, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Lahan yang cukup tersedia tidak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam karena lahan-lahan tersebut dianggap tidak subur, yang mana disebabkan oleh kondisi tanah yang berbatu.
Maka untuk memenuhi kebutuhan akan sayur-mayur dan buah-buahan, sebagian penjual mendatangkannya dari Pulau Jawa dan Kota Makassar dengan harga yang mencapai dua sampai dengan tiga kali lipat dari harga semula. Mencari solusi atas kondisi sosial tersebut, suami saya selaku Dandim Tual berinisiatif untuk meninjau lahan milik masyarakat dan mengajak mereka bekerjasama dan meminjamkan lahan mereka seluas 1,5 hektar untuk digunakan sebagai lahan bercocok tanam.
Dibantu oleh personil jajaran Kodim Tual, kami membuka lahan tersebut yang masih dipenuhi dengan semak-semak. Setelah lahan dibuka, ternyata memang kondisi tanah kering, penuh dengan karang dan bebatuan. Mencermati kondisi tanah yang penuh dengan karang, batu dan lapisan tanah yang sangat tipis, maka cara pengolahan tanah harus dilakukan secara benar dan tepat untuk menghasilkan struktur tanah yang subur. Metode pengolahan lahan yang kami lakukan awalnya yaitu dengan mencangkul tanah dan diayak sehingga tanah terpisah dengan batunya. Kemudian tanah yang sudah terpisah tersebut, dicampur dengan kotoran ayam, rumput dan larutan gula pasir dengan perbandingan kurang lebih satu truk tanah dicampur dengan sepuluh karung kotoran ayam sebagai pupuk dan sepuluh karung rumput yang selanjutnya di siram dengan 10 kg gula pasir yang telah dilarutkan dengan air. Selanjutnya campuran tersebut ditutup dengan terpal atau plastik, setiap hari terpal atau plastik tersebut dibuka untuk disiram dengan air biasa, dan setelah disiram maka ditutup kembali. Penyiraman tersebut dilakukan setiap hari selama delapan minggu. Setelah kurun waktu tersebut, media tanah yang akan ditanami sudah siap untuk digunakan pada lahan.
Kemudian kita menyiapkan lahan dan dibuatkan “bedeng-bedeng”. Pertama-tama kita buat lubang-lubang terlebih dahulu, untuk dimasukkan tanah yang sudah diolah dan bibit yang siap tanam.
Dengan lahan yang sudah siap ditanami, maka kami mencoba untuk menanam bibit semangka. Dengan luas tanah +/- 1,5 hektar bisa ditanami kurang lebih 5000 bibit semangka, adapun pembibitan semangka, yaitu dengan cara biji semangka direndam dengan air hangat selama sepuluh menit, kemudian direndam dengan air dingin selama 12 jam. Setelah itu bibit disebar ke tanah yang sudah disiapkan untuk penyemaian bibit dan ditutup dengan daun kelapa agar tidak terpapar sinar matahari langsung. Penyemaian bibit disiram setiap pagi dan sore selama tiga hari. Setelah bibit tumbuh menjadi tunas dengan tinggi 5 cm, bibit-bibit tersebut dipindahkan ke polibek yang berisi tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik. Jika daun sudah tumbuh kurang lebih lima lembar atau sekitar tiga minggu maka dapat dipindahkan ke lahan atau bedeng yang siap tanam. Setelah ditanam di lahan, harus dilakukan penyiraman setiap dua hari sekali, pagi dan sore, serta pemberian pupuk flora empat hari sekali, guna menyuburkan batang dan daun sampai umur tanam satu bulan, dan apabila terdapat hama tanaman maka dapat disemprotkan obat pembasmi hama. Hal tersebut rutin harus dilakukan sampai masa panen tiba. Setelah tiga bulan, maka buah-buah semangka siap untuk dipanen. Dengan luas lahan kurang lebih 1,5 hektar, dari 5000 bibit semangka yang di tanam dapat menghasilkan 10 ton semangka. Harga pasaran semangka di Maluku Tenggara dan Kota Tual adalah Rp. 15.000/kg, tapi kami disini menjualnya dengan harga yang lebih murah, yaitu 10.000/kg, sehingga hasil yang kami dapat dari 10 ton semangka adalah Rp.100. 000. 000,-. Di sela-sela tugas dan kesibukan suami sbagai DandimTual, sering kali suami turun tangan untuk mengolah lahan ataupun mencampur pupuk organik secara langsung. Melihat hasil nyata dari teknik pengolahan tanah tersebut, suami saya memberikan penyuluhan kepada anggota maupun masyarakat bahwa dengan mengolah tanah secara tepat akan bisa memberikan produk pertanian yang berkualitas dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami menunjukkan bukti nyata kepada masyarakat. Untuk pengolahan tanah di Maluku Tenggara dan Kota Tual, pada kenyataannya masih bisa menghasilkan tanaman , baik buah ataupun sayuran dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi. Suami saya juga melakukan pembinaan kepada para anggotanya dan masyarakat setempat agar memanfaatkan lahan tidur untuk dikelolah menjadi sumber penghasilan. Setelah suami saya memberikan contoh cara pengolahan tanah yang produktif kepada masyarakat, antusias masyarakat untuk bercocok tanam sangat tinggi. Suami saya sering menyampaikan kepada masyarakat di daerah Maluku Tenggara,khususnya daerah Tual, bahwa menjadi petani bukanlah hal yang sulit. “Asalkan ada keinginan pasti bisa dikerjakan. Yang terpenting adalah usaha dan kemauan dari diri sendiri.” ujar Suami saya mengobar semangat. Mungkin saya bisa simpulkan kepada para pembaca, khususnya seluruh ibu-ibu Persit, ibarat kata pepatah: DI MANA ADA KEMAUAN, PASTI ADA JALAN !

(dikisahkan oleh: Ny. Hilarius Karnedi, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 1503/Tual Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura)


BERKARYA MELALUI TENUN, DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

Posted by: | Posted on: January 22, 2018

Saya adalah istri dari Prajurit Kepala, Elias Luturmas, yang sehari-hari berdinas di Kompi Senapan A Yonif 734/Satria Nusa Samudra, Saumlaki. Kami dikaruniai dua orang putra-putri. Saya lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Ibu saya seorang petani dan ayah saya sebagai kuli bangunan. Namun, justru dari kesederhanaan inilah kami termotivasi untuk berwirausaha, yaitu membuat kain tenun. Dari hasil tenun inilah akhirnya saya dan saudara-saudara saya bisa menyelesaikan studi mulai dari bangku pendidikan SD sampai Perguruan Tinggi. Teknik menenun sangatlah rumit dan juga membutuhkan proses yang cukup memakan waktu, tetapi mau tidak mau, ibu saya harus terus bekerja membuatnya, karena jika tidak melalui penjualan kain-kain tenun tersebut, bagaimana kami sekeluarga bisa mengisi perut dan mengeyam pendidikan. Alasan yang sangat mendasar inilah yang mendorong kami untuk tetap berjuang keras bahkan dengan susah payah belajar membuat tenun, apalagi nilai jual kain tenun saat itu sangat rendah di kalangan masyarakat setempat.
Seakan tidak terpengaruh dengan kondisi sulit yang melilit, kami terus bekerja membuat tenun. Saya sendiri mulai belajar tenun sejak duduk di bangku pendidikan SD kelas 3 dan di masa kanak-kanak saya sudah bisa melakukan ketrampilan tersebut dengan sangat cekatan. Waktu terus berlalu dan akhirnya Tuhan berkehendak lain, yaitu ayah kami meninggal. Saat itu saya masih kuliah semester 3, dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan studi saya di Perguruan Tinggi. Namun, ibu tetap memaksa dan mendukung saya untuk terus kuliah. Setiap waktu ibu selalu mengatakan kepada saya kalau ia tetap mampu untuk membiayai kuliah anak-anaknya. Semangat juang dan ketabahan ibu memotivasi saya untuk berkomitmen bahwa saya harus terus belajar dan menyelesaikan studi sampai selesai. Dan waktu terus berjalan. Saat bulan Desember yang lalu, ibu saya menelepon dan meminta saya pulang kampung untuk merayakan Natal bersama keluarga. Tetapi saat itu saya katakan kepada ibu kalau saya tidak bisa pulang justru karena saya sayang ibu. Saya sampaikan alasannya karena semata-mata saya tidak mau menyusahkan ibu yang nantinya harus memutar otak bagaimana mendapatkan biaya untuk ongkos saya pulang. Mendengar penuturan saya, ibu menangis dan saya terus memberi semangat untuk menenangkannya. Ibu terus berjuang dan bekerja keras membuat tenun demi membiayai sekolah anak-anaknya. Sedapat mungkin saya membantu ibu untuk membuat tenun, disamping saya juga bekerja ikut orang diluar, supaya dapat membantu meringankan beban orangtua dalam membiayai studi saya sampai tuntas. Akhirnya perjuangan dan airmata ibu dan keluarga tidak sia-sia. Saya berhasil menyelesaikan kuliah di Universitas Pattimura Ambon dengan menyandang gelar Sarjana Pertanian. Selesai wisuda saya pulang ke Saumlaki, dan rupanya Tuhan sudah merencanakan semuanya, saya bertemu dengan calon suami saya di Pelabuahan Saumlaki. Akhirya kami pun mulai merajut kasih sampai ke pernikahan. Konsekuensi menjadi pendamping seorang prajurit pun harus saya jalani. Meskipun awalnya kami menjalani hidup yang sangat sederhana sekali, namun saya tetap semangat mendampingi suami dimanapun bertugas, baik dalam susah maupun senang. Saya bersyukur bahwa rencana Tuhan dalam hidup rumah tangga kami sangat indah, dan sungguh-sungguh nyata bagi saya dan keluarga bahwa pertolongan Tuhan selalu ada menolong kami baik suka maupun duka. Inspirasi membuat karya tenun ini juga saya dapatkan dari Ibu mertua saya yang juga menambah penghasilannya dengan menenun. Dari hasil menjual kain-kain tenun tersebut, saya dapat membantu suami menambah penghasilan keluarga, disamping setiap hari saya juga bekerja sebagai petugas penyuluh pertanian di Dinas Pertanian, untuk memberi semangat dan motivasi kepada para petani agar selalu giat bekerja dan pantang menyerah. Akhirnya, menutup kisah saya, ada satu pelajaran berharga disepanjang pengalaman hidup saya b├ęsama keluarga, yaitu selalu andalkan Tuhan dalam segala hal di kehidupan kita sehari-hari. Semoga semangat dan kerja keras saya dapat menjadi pembelajaran hidup bagi seluruh ibu Persit dimana pun mendampingi suami, bahkan di daerah terpencil sekalipun, untuk cerdas memanfaatkan peluang dengan potensi & talenta yang Tuhan berikan. Untuk Persit Kartika Chandra Kirana, teruslah berkarya!!


Bangga pada Istri Prajurit Yang Mendampingi Suami di Daerah Terpencil

Posted by: | Posted on: January 22, 2018

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura Ny. Christian Kurnianto Tehuteru bersyukur diberi kesempatan untuk mendampingi Danrem 151/Binaiya melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memberikan pengarahan dan motivasi kepada Ibu-ibu Persit gabungan Ranting 6 Kompi E Cabang XXI Yonif 734/Satria Nusa Samudra dan Ranting 4 Koramil Dobo Cabang XXVI Kodim 1503 serta Ranting 5 Koramil Jerol Cabang XXVI Kodim 1503, bertempat di Garasi Angkutan Kompi Senapan E Dobo, Sabtu (20/01).
Dalam sambutannya, Ketua Persit Cabang XXI Yonif 734/Satria Nusa Samudra Ny. Mario Christian Noya, mengucapkan selamat datang kepada Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/PTM. Ny. Mario menyampaikan agar seluruh anggota yang hadir dapat menyimak arahan dari Ibu Ketua Koorcab serta saat sesi tanya jawab pun dapat disampaikan.
Dalam kesempatan itu, Ny. Christian Kurnianto Tehuteru selaku Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura menyampaikan “Saya bangga dan bersyukur bisa mengunjungi ibu-ibu di sini. Saat berkunjung ke rumah-rumah anggota, saya mengetahui bahwa banyak istri anggota yg berwira usaha dengan membuka warung bubur ayam, menerima pesanan kue dan membuka usaha salon”.
Lebih lanjut dikatakan, “Saya juga bangga dan salut pada istri prajurit Ranting Koramil Dobo, Ranting Koramil Jerol dan Ranting Kompi E Yonif 734/SNS Karena mau mendampingi suami di daerah terpencil”, ujarnya. Motivasi dan dorongan disampaikan kepada seluruh anggota yg hadir.
Pesan saya, tetap semangat dan kiranya Tuhan memberkati Ibu-ibu semua, “pungkasnya”.
Sebagai penutup acara tatap muka, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/ Pattimura memberikan bantuan kepada Posyandu Ranting 6 Kompu E Cabang XXI Yonif 734/ SNS dan Ranting 4 Koramil Dobo Cabang XXVI Koramil 1503-03/Dobo.
Kegiatan tatap muka berjalan dengan aman dan lancar, Ibu-ibu anggota Persit sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tatap muka tersebut.
Setelah melaksanakan tatap muka kepada anggota, Ketua Persit juga berkesempatan meninjau kegiatan posyandu Vijaya Kusuma, meninjau perumahan anggota dan perkebunan persit serta diakhiri dengan melaksanakan pengecekan pembukuan laporan pengurus Persit Ranting 6 Kompi Senapan E.


Jalin kebersamaan Persit, Jalasenastri dan Bhayangkari.

Posted by: | Posted on: January 20, 2018

Aru. Persatuan Istri Prajurit (Persit) jajaran Koorcab Rem 151 pelopori pelaksanaan olahraga bersama Jalasenastri dan Bayangkari, Bertempat di Mako Kompi E Yonif 734/ Satria Nusa Samudra, Dobo, Jum’at (19/01), hal tersebut dilaksanakan demi menunjukkan kebersamaan.
Kegiatan olah raga bersama yang diikuti oleh Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/ Pattimura Ny. Christian Kurnianto Tehuteru bersama anggota Persit Ranting 6 Cabang XXI Kompi E Yonif 734/SNS, Persit Ranting IV Cabang XXVI Koramil 1503-03/Dobo, Jalasenastri Cabang 4 Koorcab IX se Bayangkari Cabang Polres Aru dan Jalasenastri Cabang 4 Koorcab IX DJAT Armada Timur serta Bhayangkari Cabang Polres Aru berjalan dengan lancar dan meriah. Dimulai dari Senam aerobik bersama, dipandu oleh instruktruktur senam Daniel Lukman Tharob.
Seusai kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertandingan bola voli dan joget bersama serta pemberian hadiah bagi para anggota Persit, Bayangkari dan Jalasenastri yang melaksanakan pertandingan voli.
Akhir dari kegiatan olahraga bersama tersebut, dilaksanakan foto bersama Ibu Ketua Persit KCK Koorcabrem 151 PD XVI/ Pattimura dengan Ketua Jalasenastri Kepulauan Aru, Ketua Cabang XXVI Kodim 1503/Tual, Ketua Cabang XXII Yonif 734/Satria Nusa Samudra dan perwakilan penerima bingkisan dari masing-masing pengurus.
“Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan ini dapat terus menjalin hubungan silahturahmi antara Persit, Bayangkari dan Jalaselastri, sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat di luar bahwa kita satu “Ale Rasa Beta Rasa”. “Ungkap Ketua KCK Koorcabrem 151 PD XVI/Pattimura.
Turut Hadir dalam kegiatan olahraga bersama ini, Ketua Persit KCK Koorcabrem 151 PD XVI/Pattimura Ny. Christian Kurnianto Tehuteru, Ketua Jalasenastri Kepulauan Aru Ny. Dwi Atmojo, Ketua Cabang XXVI Kodim 1503/Tual Ny. Hilarius Karnedi dan Ketua Cabang XXI Yonif 734/ Satria Nusa Samudra Ny. Mario Christian Noya.