• Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura Bagikan Hadiah Kepada Juara Lomba

  • Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura Kunjungi Persit Cabang Kodim Ambon

Archives

now browsing by author

 
Posted by: | Posted on: January 22, 2018

TEGAR DITENGAH BADAI: BERSYUKUR DALAM KEKURANGAN, BERSABAR DALAM KESESAKAN

Mereka, anak-anak berkebutuhan khusus, selalu dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat kita. Tak pantas rasanya mengkategorikan anak berkebutuhan khusus sebagai “anak yang tidak berharga”, “anak yang tak punya masa depan”, atau “anak yang jadi beban orangtua”. Anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah anak-anak yang dilahirkan biasa tapi mereka terlahir dari para orangtua yang hebat dan sangat luar biasa. Sebuah pelajaran hidup dan kisah inspiratif yang kami peroleh dari para orangtua hebat dalam kegiatan anjangsana ke putra-putri Prajurit TNI-AD dijajaran Persit Koorcab Rem 151 yg mengalami cacat mental & fisik, diantaranya ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 1504/Ambon. Pada bulan Desember yang lalu, Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura, Ny. Christian Kurnianto Tehuteru, beserta Ibu Wakil Ketua, Ny. Christian Pieter Sipahelut, dan Ketua Seksi Sosial, Ny. Imam Khanafi, serta ikut mendampingi yaitu Ketua Persit KCK Kodim Ambon, Ny. Roynald Sumendap beserta pengurus, mengunjungi rumah anak-anak berkebutuhan khusus (16/12/17), antara lain ananda Theresia Noya, 16 thn, yang menderita gangguan kelainan otak dan perkembangan saraf dan fungsi tubuh akibat permasalahan medis saat dalam kandungan, adalah putri yang sangat cantik dari Ny. Monce Noy, anggota Persit Ranting Haruku Kodim Ambon, kemudian ananda Huzar Devan Latuile, 7thn, putra dari Ny. Agustinus Latuile yang menderita microcephalus, yaitu ketidaknormalan sistem saraf yang menyebabkan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran normalnya, serta ananda Ni Luh Chantika, 10 thn, putri dari Ny. Ketut Janji, Wakil Ketua Cabang Kodim Ambon, yang juga menderita gangguan otak dan perkembangan di dalam kandungan. Pada saat mengunjungi anak-anak tersebut, kami melihat bagaimana orangtua mereka mengajari dan merawat mereka dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Kami banyak belajar dari ibu-ibu yang luar biasa bahwa benar adanya cinta seorang ibu kepada anaknya sepanjang masa dan tanpa syarat. Para ibu hebat tersebut tetap menjalankan tanggungjawabnya merawat si buah hati dengan penuh keikhlasan dan sukacita. Tak ada terdengar keluhan dan sungutan dari bibir mereka. Yang ada hanya senyuman. Senyuman ditengah kesesakan. Senyuman mensyukuri hidup. Bagaimanapun kondisi fisik & mental putra-putri yang dilahirkannya, mereka menerimanya dengan sangat tulus ikhlas dan penuh ketabahan. Banyak pelajaran berharga yang kami dapati ketika kami berkunjung ke rumah para ibu tersebut dan menyaksikan kehidupan sehari-hari mereka yang menuntutnya penuh kesabaran, yaitu belajarlah bersyukur dalam segala keadaan. Bersyukur dalam kekurangan, ikhlas dalam ketidak-relaan dan bersabar dalam menanggung beban. Mereka yang bahagia tidak selalu harus memiliki apa yang terbaik dalam hidup mereka, tetapi mampu menjadikan setiap apapun yang hadir dalam hidupnya menjadi yang terbaik.
(dikisahkan oleh Ny. Imam Khanafi & Ny. Gerald Tobing-Pengurus Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura)

Posted by: | Posted on: January 22, 2018

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Tual Melalui Teknik Pengolahan Lahan yang Produktif

Pada tanggal 22 Juli 2016, untuk pertama kalinya kami beserta keluarga tiba di kota Tual Maluku Tenggara, Ambon- Maluku. Sebagai istri prajurit TNI-AD, sudah menjadi kewajiban saya untuk mendampingi suami dimanapun bertugas, dan saat itu suami saya, Letkol Arh Hilarius Karnedi, mendapat amanah menjadi Komandan Kodim 1503/Tual Korem 151 Kodam XVI/Pattimura.
Di daerah Tual, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Lahan yang cukup tersedia tidak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam karena lahan-lahan tersebut dianggap tidak subur, yang mana disebabkan oleh kondisi tanah yang berbatu.
Maka untuk memenuhi kebutuhan akan sayur-mayur dan buah-buahan, sebagian penjual mendatangkannya dari Pulau Jawa dan Kota Makassar dengan harga yang mencapai dua sampai dengan tiga kali lipat dari harga semula. Mencari solusi atas kondisi sosial tersebut, suami saya selaku Dandim Tual berinisiatif untuk meninjau lahan milik masyarakat dan mengajak mereka bekerjasama dan meminjamkan lahan mereka seluas 1,5 hektar untuk digunakan sebagai lahan bercocok tanam.
Dibantu oleh personil jajaran Kodim Tual, kami membuka lahan tersebut yang masih dipenuhi dengan semak-semak. Setelah lahan dibuka, ternyata memang kondisi tanah kering, penuh dengan karang dan bebatuan. Mencermati kondisi tanah yang penuh dengan karang, batu dan lapisan tanah yang sangat tipis, maka cara pengolahan tanah harus dilakukan secara benar dan tepat untuk menghasilkan struktur tanah yang subur. Metode pengolahan lahan yang kami lakukan awalnya yaitu dengan mencangkul tanah dan diayak sehingga tanah terpisah dengan batunya. Kemudian tanah yang sudah terpisah tersebut, dicampur dengan kotoran ayam, rumput dan larutan gula pasir dengan perbandingan kurang lebih satu truk tanah dicampur dengan sepuluh karung kotoran ayam sebagai pupuk dan sepuluh karung rumput yang selanjutnya di siram dengan 10 kg gula pasir yang telah dilarutkan dengan air. Selanjutnya campuran tersebut ditutup dengan terpal atau plastik, setiap hari terpal atau plastik tersebut dibuka untuk disiram dengan air biasa, dan setelah disiram maka ditutup kembali. Penyiraman tersebut dilakukan setiap hari selama delapan minggu. Setelah kurun waktu tersebut, media tanah yang akan ditanami sudah siap untuk digunakan pada lahan.
Kemudian kita menyiapkan lahan dan dibuatkan “bedeng-bedeng”. Pertama-tama kita buat lubang-lubang terlebih dahulu, untuk dimasukkan tanah yang sudah diolah dan bibit yang siap tanam.
Dengan lahan yang sudah siap ditanami, maka kami mencoba untuk menanam bibit semangka. Dengan luas tanah +/- 1,5 hektar bisa ditanami kurang lebih 5000 bibit semangka, adapun pembibitan semangka, yaitu dengan cara biji semangka direndam dengan air hangat selama sepuluh menit, kemudian direndam dengan air dingin selama 12 jam. Setelah itu bibit disebar ke tanah yang sudah disiapkan untuk penyemaian bibit dan ditutup dengan daun kelapa agar tidak terpapar sinar matahari langsung. Penyemaian bibit disiram setiap pagi dan sore selama tiga hari. Setelah bibit tumbuh menjadi tunas dengan tinggi 5 cm, bibit-bibit tersebut dipindahkan ke polibek yang berisi tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik. Jika daun sudah tumbuh kurang lebih lima lembar atau sekitar tiga minggu maka dapat dipindahkan ke lahan atau bedeng yang siap tanam. Setelah ditanam di lahan, harus dilakukan penyiraman setiap dua hari sekali, pagi dan sore, serta pemberian pupuk flora empat hari sekali, guna menyuburkan batang dan daun sampai umur tanam satu bulan, dan apabila terdapat hama tanaman maka dapat disemprotkan obat pembasmi hama. Hal tersebut rutin harus dilakukan sampai masa panen tiba. Setelah tiga bulan, maka buah-buah semangka siap untuk dipanen. Dengan luas lahan kurang lebih 1,5 hektar, dari 5000 bibit semangka yang di tanam dapat menghasilkan 10 ton semangka. Harga pasaran semangka di Maluku Tenggara dan Kota Tual adalah Rp. 15.000/kg, tapi kami disini menjualnya dengan harga yang lebih murah, yaitu 10.000/kg, sehingga hasil yang kami dapat dari 10 ton semangka adalah Rp.100. 000. 000,-. Di sela-sela tugas dan kesibukan suami sbagai DandimTual, sering kali suami turun tangan untuk mengolah lahan ataupun mencampur pupuk organik secara langsung. Melihat hasil nyata dari teknik pengolahan tanah tersebut, suami saya memberikan penyuluhan kepada anggota maupun masyarakat bahwa dengan mengolah tanah secara tepat akan bisa memberikan produk pertanian yang berkualitas dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami menunjukkan bukti nyata kepada masyarakat. Untuk pengolahan tanah di Maluku Tenggara dan Kota Tual, pada kenyataannya masih bisa menghasilkan tanaman , baik buah ataupun sayuran dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi. Suami saya juga melakukan pembinaan kepada para anggotanya dan masyarakat setempat agar memanfaatkan lahan tidur untuk dikelolah menjadi sumber penghasilan. Setelah suami saya memberikan contoh cara pengolahan tanah yang produktif kepada masyarakat, antusias masyarakat untuk bercocok tanam sangat tinggi. Suami saya sering menyampaikan kepada masyarakat di daerah Maluku Tenggara,khususnya daerah Tual, bahwa menjadi petani bukanlah hal yang sulit. “Asalkan ada keinginan pasti bisa dikerjakan. Yang terpenting adalah usaha dan kemauan dari diri sendiri.” ujar Suami saya mengobar semangat. Mungkin saya bisa simpulkan kepada para pembaca, khususnya seluruh ibu-ibu Persit, ibarat kata pepatah: DI MANA ADA KEMAUAN, PASTI ADA JALAN !

(dikisahkan oleh: Ny. Hilarius Karnedi, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 1503/Tual Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura)

Posted by: | Posted on: January 22, 2018

BERKARYA MELALUI TENUN, DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

Saya adalah istri dari Prajurit Kepala, Elias Luturmas, yang sehari-hari berdinas di Kompi Senapan A Yonif 734/Satria Nusa Samudra, Saumlaki. Kami dikaruniai dua orang putra-putri. Saya lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Ibu saya seorang petani dan ayah saya sebagai kuli bangunan. Namun, justru dari kesederhanaan inilah kami termotivasi untuk berwirausaha, yaitu membuat kain tenun. Dari hasil tenun inilah akhirnya saya dan saudara-saudara saya bisa menyelesaikan studi mulai dari bangku pendidikan SD sampai Perguruan Tinggi. Teknik menenun sangatlah rumit dan juga membutuhkan proses yang cukup memakan waktu, tetapi mau tidak mau, ibu saya harus terus bekerja membuatnya, karena jika tidak melalui penjualan kain-kain tenun tersebut, bagaimana kami sekeluarga bisa mengisi perut dan mengeyam pendidikan. Alasan yang sangat mendasar inilah yang mendorong kami untuk tetap berjuang keras bahkan dengan susah payah belajar membuat tenun, apalagi nilai jual kain tenun saat itu sangat rendah di kalangan masyarakat setempat.
Seakan tidak terpengaruh dengan kondisi sulit yang melilit, kami terus bekerja membuat tenun. Saya sendiri mulai belajar tenun sejak duduk di bangku pendidikan SD kelas 3 dan di masa kanak-kanak saya sudah bisa melakukan ketrampilan tersebut dengan sangat cekatan. Waktu terus berlalu dan akhirnya Tuhan berkehendak lain, yaitu ayah kami meninggal. Saat itu saya masih kuliah semester 3, dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan studi saya di Perguruan Tinggi. Namun, ibu tetap memaksa dan mendukung saya untuk terus kuliah. Setiap waktu ibu selalu mengatakan kepada saya kalau ia tetap mampu untuk membiayai kuliah anak-anaknya. Semangat juang dan ketabahan ibu memotivasi saya untuk berkomitmen bahwa saya harus terus belajar dan menyelesaikan studi sampai selesai. Dan waktu terus berjalan. Saat bulan Desember yang lalu, ibu saya menelepon dan meminta saya pulang kampung untuk merayakan Natal bersama keluarga. Tetapi saat itu saya katakan kepada ibu kalau saya tidak bisa pulang justru karena saya sayang ibu. Saya sampaikan alasannya karena semata-mata saya tidak mau menyusahkan ibu yang nantinya harus memutar otak bagaimana mendapatkan biaya untuk ongkos saya pulang. Mendengar penuturan saya, ibu menangis dan saya terus memberi semangat untuk menenangkannya. Ibu terus berjuang dan bekerja keras membuat tenun demi membiayai sekolah anak-anaknya. Sedapat mungkin saya membantu ibu untuk membuat tenun, disamping saya juga bekerja ikut orang diluar, supaya dapat membantu meringankan beban orangtua dalam membiayai studi saya sampai tuntas. Akhirnya perjuangan dan airmata ibu dan keluarga tidak sia-sia. Saya berhasil menyelesaikan kuliah di Universitas Pattimura Ambon dengan menyandang gelar Sarjana Pertanian. Selesai wisuda saya pulang ke Saumlaki, dan rupanya Tuhan sudah merencanakan semuanya, saya bertemu dengan calon suami saya di Pelabuahan Saumlaki. Akhirya kami pun mulai merajut kasih sampai ke pernikahan. Konsekuensi menjadi pendamping seorang prajurit pun harus saya jalani. Meskipun awalnya kami menjalani hidup yang sangat sederhana sekali, namun saya tetap semangat mendampingi suami dimanapun bertugas, baik dalam susah maupun senang. Saya bersyukur bahwa rencana Tuhan dalam hidup rumah tangga kami sangat indah, dan sungguh-sungguh nyata bagi saya dan keluarga bahwa pertolongan Tuhan selalu ada menolong kami baik suka maupun duka. Inspirasi membuat karya tenun ini juga saya dapatkan dari Ibu mertua saya yang juga menambah penghasilannya dengan menenun. Dari hasil menjual kain-kain tenun tersebut, saya dapat membantu suami menambah penghasilan keluarga, disamping setiap hari saya juga bekerja sebagai petugas penyuluh pertanian di Dinas Pertanian, untuk memberi semangat dan motivasi kepada para petani agar selalu giat bekerja dan pantang menyerah. Akhirnya, menutup kisah saya, ada satu pelajaran berharga disepanjang pengalaman hidup saya bésama keluarga, yaitu selalu andalkan Tuhan dalam segala hal di kehidupan kita sehari-hari. Semoga semangat dan kerja keras saya dapat menjadi pembelajaran hidup bagi seluruh ibu Persit dimana pun mendampingi suami, bahkan di daerah terpencil sekalipun, untuk cerdas memanfaatkan peluang dengan potensi & talenta yang Tuhan berikan. Untuk Persit Kartika Chandra Kirana, teruslah berkarya!!

Posted by: | Posted on: January 22, 2018

Bangga pada Istri Prajurit Yang Mendampingi Suami di Daerah Terpencil

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura Ny. Christian Kurnianto Tehuteru bersyukur diberi kesempatan untuk mendampingi Danrem 151/Binaiya melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memberikan pengarahan dan motivasi kepada Ibu-ibu Persit gabungan Ranting 6 Kompi E Cabang XXI Yonif 734/Satria Nusa Samudra dan Ranting 4 Koramil Dobo Cabang XXVI Kodim 1503 serta Ranting 5 Koramil Jerol Cabang XXVI Kodim 1503, bertempat di Garasi Angkutan Kompi Senapan E Dobo, Sabtu (20/01).
Dalam sambutannya, Ketua Persit Cabang XXI Yonif 734/Satria Nusa Samudra Ny. Mario Christian Noya, mengucapkan selamat datang kepada Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/PTM. Ny. Mario menyampaikan agar seluruh anggota yang hadir dapat menyimak arahan dari Ibu Ketua Koorcab serta saat sesi tanya jawab pun dapat disampaikan.
Dalam kesempatan itu, Ny. Christian Kurnianto Tehuteru selaku Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura menyampaikan “Saya bangga dan bersyukur bisa mengunjungi ibu-ibu di sini. Saat berkunjung ke rumah-rumah anggota, saya mengetahui bahwa banyak istri anggota yg berwira usaha dengan membuka warung bubur ayam, menerima pesanan kue dan membuka usaha salon”.
Lebih lanjut dikatakan, “Saya juga bangga dan salut pada istri prajurit Ranting Koramil Dobo, Ranting Koramil Jerol dan Ranting Kompi E Yonif 734/SNS Karena mau mendampingi suami di daerah terpencil”, ujarnya. Motivasi dan dorongan disampaikan kepada seluruh anggota yg hadir.
Pesan saya, tetap semangat dan kiranya Tuhan memberkati Ibu-ibu semua, “pungkasnya”.
Sebagai penutup acara tatap muka, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/ Pattimura memberikan bantuan kepada Posyandu Ranting 6 Kompu E Cabang XXI Yonif 734/ SNS dan Ranting 4 Koramil Dobo Cabang XXVI Koramil 1503-03/Dobo.
Kegiatan tatap muka berjalan dengan aman dan lancar, Ibu-ibu anggota Persit sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tatap muka tersebut.
Setelah melaksanakan tatap muka kepada anggota, Ketua Persit juga berkesempatan meninjau kegiatan posyandu Vijaya Kusuma, meninjau perumahan anggota dan perkebunan persit serta diakhiri dengan melaksanakan pengecekan pembukuan laporan pengurus Persit Ranting 6 Kompi Senapan E.

Posted by: | Posted on: January 11, 2018

Meningkatan Kualitas Iptek Persit KCK Koorcab Rem 151 Mengikuti Sosialisasi Pembuatan Berita dan Website

Dalam rangka peningkatan kualitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di kalangan istri prajurit, Persit KCK Koorcab Rem 151/Binaiya mengikuti sosialisasi pembinaan penerangan tentang pembuatan rilis berita dan pengisian website yang diselenggarakan oleh Penrem 151/Binaiya pada hari kamis 11 Januari 2018 pukul 09.00 WIT bertempat di kantor Penrem 151 Binaiya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 11 orang persit dan 2 orang dari personil dinas dari staf Ter dan staf Intel Korem 151/Binaiya dalam sosialisasi tersebut di tekankan pentingnya penulisan rilis berita. Adapun materi yang disampaikan, “dalam pembuatan rilis berita harus memperhatikan unsur 5W + 1H (What,Who,Where,When,Why,How) “ujar Sersan Taufik.
Dalam pelatihan tersebut diadakan sesi tanya jawab beberapa peserta sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut.
“Kegiatan seperti ini saya rasa sangat penting dimana kita sebagai istri tentara dibekali dengan ilmu pengetahuan untuk pembuatan rilis berita dan pengisian website oleh Penrem 151/Binaiya, semoga kedepanya kegiatan seperti ini dapat berlanjut kembali, saya bepesan untuk para peserta dapat mengikuti kegiatan sosialisasi hari ini dengan baik, tanyakan apa yang kurang jelas kepada pemberi materi.”Ungkap Wakil Ketua Persit.

Posted by: | Posted on: December 13, 2017

Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura Gelar Sosialisasi Kesehatan PMS dan HIV/AIDS

Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menyelenggarakan Sosialisasi Kesehatan tentang penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS bagi Prajurit, Aparat Sipil Negara (ASN) serta anggota Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura yang berjumlah 232 orang, Rabu (13/12) di Baileo Slamet Riyadi Makorem 151/Binaiya.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pembina Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura Kolonel Inf Christian Kurnianto Tehuteru dan selaku Pemberi Materi dr. Rita Tahitu M. Kes. yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.
Ketua Persit Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura Ny. Christian Kurnianto Tehuteru dalam Sambutannya menyampaikan. “Setia pada satu pasangan dan berani mengatakan tidak untuk seks bebas, selain sesuai dengan ajaran agama juga menjauhkan kita dan keluarga tertular dari (PMS) penyakit menular seksual, dimana perlu diketahui PMS merupakan pintu masuk terjangkitnya HIV/AIDS,”Ungkap Ketua Persit. Kepada seluruh peserta sosialisasi yang hadir Ketua Persit Koorcab Rem 151 menyampaikan kepedulian pada kesehatan anggota, dan akan sangat menyesal jika tidak mengedukasi hal ini.
“Untuk itu saya mengajak kita semua bersama-sama menyimak dengan baik materi yang akan disampaikan oleh dr. Rita Tahitu M.Kes. dan pada saat sesi tanya jawab baik anggota Korem, ASN dan anggota Persit yang mau bertanya dipersilahkan agar mendapatkan informasi sejelas-jelasnya mengenai PMS dan HIV/AIDS,”Harapnya.
Dalam kesempatan yang sama di akhir acara juga dilaksanakan pemeriksaan darah kepada seluruh peserta sosialisasi yang didahului Pembina dan Ketua Persit dengan tujuan untuk mengetahui hasil uji Laboratorium dari keluarga besar Korem 151/Binaiya sehingga apabila memang ditemukan hasilnya akan dilaksanakan penanganan secara dini.
Sebagai penutup kegiatan Sosialisasi, dilaksanakan Bazar Murah oleh Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura dalam rangka menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 sebagai wujud kepedulian kepada anggota.

Posted by: | Posted on: December 13, 2017

JELI MELIHAT PELUANG USAHA, NY. ERICK SIREGAR SEMANGAT BERWIRAUSAHA KOPRA

Seperti kata pepatah tidak kenal maka tak sayang, maka baiklah kita mengenal lebih dulu profil seorang anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting Selaru Cabang XXX Kodim 1507/Saumlaki Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura yang lahir di Jakarta dengan nama kecil Belinda Karunia. Wanita yang menyandang gelar Sarjana Muda Fakultas Manajemen Transport dari Universitas Trisakti Jakarta ini adalah istri dari Sertu Erick Parlindungan Siregar dan putri sulung dari Serma Laut Joko Sulistio. Selama dua tahun pernikahan, Ny. Erick selalu ikut serta mendampingi suami di tempat tugas, di Koramil 1507-07/Selaru, Saumlaki, sebagai Babinsa Desa Adaut. Usaha yang digeluti Ny. Erick bermula setahun yang lalu saat Ketua Cabang Persit Kodim 1507/Saumlaki, Ny Ryan Heryawan, berkunjung dan bertatap muka ke Ranting Selaru, dimana dalam pengarahannya Ny. Ryan memberikan motivasi kepada seluruh anggota Persit yang hadir untuk tetap semangat mendampingi suami dimana pun bertugas, mengisi kegiatan dengan aktifitas yang bermanfaat dan bisa menghasilkan, namun harus halal dan tidak menyalahi hukum. Satu pesan Ny. Ryan yang masih kuat tertanam dalam pikiran dan hati Ny. Erick yaitu ” Jangan berkecil hati jika di tempatkan di pelosok… Ingat!, semakin di pelosok, peluang usaha semakin besar. Ibu ibu harus jeli melihat peluang usaha yang ada, karena Saya akan bangga jika ibu ibu anggota Saya sukses dan mampu memberdayakan sumber daya alam yang ada sehingga mampu menambah penghasilan rumah tangga”, himbau Ny. Ryan. Merespon pesan dari Ketua Cabang nya, Ny. Erick pun mulai berpikir peluang usaha apa yang akan dijalankannya. Sebuah jendela besar terbuka lebar membingkai pemandangan yang begitu indah di Pulau Selaru, Maluku Tenggara Barat. Keindahan pantai yang menghiasi bibir pulau serta pohon kelapa yang begitu banyak membuat Ny. Erick tertarik dan termotivasi untuk menjalankan usaha pembuatan kopra. Maka sejak itu, Ny. Erick dibantu sang suami mulai menggeluti usaha pembuatan kopra tersebut. Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan. Kopra merupakan bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya. Pekerjaan ini ia jalani dengan senang hati dan penuh samangat. Alhamdulillah, usaha Ny. Erick berkembang maksimal. Setiap pagi Ny. Erick harus mengawasi dan mengontrol kerja para pegawainya. Mulai dari proses pembelahan kelapa, pengasaran di bara api/ penjemuran dibawah sinar matahari, dan proses pencungkilan. Sekali-kali jika hari libur, sang suami juga ikut membantunya. Hasil keuntungan yang ia dapatkan akan dibagi dua dengan pegawainya. Alhamdulillah, dengan usaha kopra tersebut, Ny. Erick mampu menambah penghasilan rumah tangganya. “Ini merupakan anugrah yang sangat kami syukuri kepada Nya, dan Saya pun semakin semangat menjalani hari hari Saya mendampingi suami di tempat tugas. Salam cinta dari kami di Ujung Timur Indonesia!”, ujar Ny. Erick dengan senyum bahagia dan penuh semangat.

Posted by: | Posted on: December 13, 2017

MEMERIAHKAN HARI ARMADA RI KE-72, PERSIT KODIM TUAL MERAIH JUARA 2 DALAM TURNAMEN BOLA VOLI

Tual. Olah raga bersama merupakan sarana refreshing untuk membangun semangat baru di tengah-tengah rutinitas tugas sehari- hari juga untuk mengembangkan prestasi olah raga dikalangan anggota Persit, khususnya dalam olah raga Bola Voli.
Dalam rangka merayakan Hari Armada RI ke-72 pada tanggal 5 Desember 2017 minggu lalu, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 1503/Tual Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura mengikuti lomba Turnamen Bola Voli di Lapangan Voli Lanal Tual. Turnamen tersebut terbagi dalam tiga sesi penyisihan. Persit Kodim Tual unggul dalam pertandingan awal (06/12/17) melawan Bhayangkari Polres Maluku Tenggara dengan skor 3-0.
Keesokan harinya, Persit Kodim Tual bertanding menghadapi Syahbandar Tual (7/12/17), pada pukul 16.00 wit, dan kembali unggul dengan 3-0. Sebagai puncak Turnamen Bola Voli selama dua hari tersebut, Persit Kodim Tual akhirnya harus berhadapan dengan tim voli dari Bhayangkari Ranting Kompi Brimob di babak final, dan kembali Persit Kodim Tual unggul meraih Juara 2 dalam pertandingan tersebut, sedangkan Juara 1 dimenangkan oleh Bhayangkari Ranting Kompi Brimob dan Juara 3 diraih oleh tim dari Jalasenastri Cabang Lanal Tual.
Lomba Turnamen Bola Voli tersebut di harapkan dapat meningkatkan silaturahmi, kerjasama dan rasa kebersamaan diantara istri prajurit, TNI-Polri, beserta warga Pemerintahan Kabupaten Tual dan masyarakat umum, juga dengan harapan agar terciptanya pikiran, jiwa dan raga yang sehat dan kuat, sehingga dapat mendukung kualitas hidup dan kinerja dalam kehidupan berkeluarga, berorganisasi dan bermasyarakat.

Posted by: | Posted on: November 23, 2017

Kepedulian Persit KCK Koorcab Rem 151 Kepada Taman Baca Arikal

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 Ny Christian Kurnianto Tehuteru beserta Wakil Ketua dan Para Ketua Cabang Sejajaran Koorcab Rem 151 PD XVI/PTM Melaksanakan Kunjungan Silaturahmi ke Kodim 1502 Masohi.
Dalam kunjungan Silaturahmi tersebut Ketua Koorcab selain bertemu dengan anggota Persit juga berkesempatan memberikan Bantuan berupa buku-buku layak baca, hasil dari sumbangan Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura dan Cabang Sejajaran Koorcab Rem 151 PD XVI/Pattimura, ada pun buku yang di sumbangkan berupa Buku tentang Ilmu pengetahuan.
Buku Cerita jga buku-buku jenis lain yang isi nya bermanfaat bagi pembaca ke Taman baca ARIKAL yang berada di Wilayah Kodim 1502/Masohi, tepatnya di Piru Kab. SBB.
Dalam kesempatan itu Ibu Ketua menyampaikan penting nya menumbuhkan minat baca pada anak-anak dan masyarakat, bahwa Buku adalah jendela dunia untuk menciptakan generasi-generasi Muda penuh Potensi walaupun berada di daerah pedesaan bukan berarti tidak mampu membuka jendela dunia dari Buku buku yang di baca dan tersedia berbagai macam jenis buku di TB Arikal dan kita harus ikut mendukung terlaksananya kegiatan tersebut dengan cara menyumbangkan buku-buku yang masih layak baca agar bisa bermanfaat untuk mereka.
Dalam kesempatannya Ketua Koorcab Rem 151 juga menghimbau agar para Ketua cabang Sejajaran Koorcab Rem, juga turut saling membantu kegiatan yang sedang di laksanakan oleh Cabang-Cabang lain agar semua Kegiatan pada setiap Cabang Sejajaran Koorcab Rem 151 PD XVI/PTM bisa terlaksananya dengan baik. Masohi 20/11/17.

Posted by: | Posted on: November 21, 2017

Sertijab Ketua Cabang XXXII Yonif 731/Kabaresi

Masohi. Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/PTM Ny. Christian Kurnianto Tehuteru, memimpin acara Serah Terima Jabatan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXII Yonif 731/Kabaresi dari Ny. Rahmad Saerodin kepada Ny. Indra Hirawanto. Bertempat di Aula Persit KCK Cabang XXXII Yonif 731/ Kabaresi, Senin (20/11).
Kegiatan Serah Terima di hadiri oleh Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/ PTM Ny. Christian Sipahelut beserta para Pengurus Koorcab Rem dan para Ketua Cabang Persit Sejajaran Koorcab Rem 151.
Dalam sambutannya Ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 menyampaikan, Pergantian kepemimpinan dilingkungan TNI sudah hal yang biasa sudah waktunya kita berjumpa dan sudah waktunya kita berpisah. Harus kita sadari bersama bahwa pada hakekatnya setiap anggota Persit Kartika Candra Kirana memiliki peran ganda baik sebagai istri, sebagai ibu, sebagai anggota masyarakat atau sebagai anggota Organisasi. Setiap peran tersebut kita di harapkan dapat memberikan yang terbaik dan bekerja dengan hati. Dengan kesadaran bahwa tugas kita di Persit adalah Mulia maka ibu-ibu dalam mendampingi suami akan memberikan yang terbaik juga untuk Organisasi dan untuk keluarga. Pada kesempatan ini kepada ibu Indra Hirawanto selaku Ketua Cabang XXXII yang baru Saya mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Jajaran Koorcab Rem 151 selamat menjalankan tugas yang amanah ini dan dengan bekal pengalaman ibu mendampingi suami sebelumnya saya yakin ibu dapat menjalankan tugas dengan baik. Sekali lagi untuk ibu Rahmad Saerodin saya ucapkan banyak terima kasih dan mengharapkan agar tali silahturahmi diantara kita tidak terputus sampai disini. Pesannya bagi kita semua untuk menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai karya pendahulu kita dan sebagai pemimpin yang baru tidak perlu mencari kekurangan atau kesalahan pendahulu kita tapi marilah dengan arif bijaksana kita memperbaiki program-program yang sudah ada sehingga menjadi lebih baik demi kepentingan Organisasi dan anggota kedepan. Akhir kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari ketua Persit KCK Koorcab Rem 151 PD XVI/PTM kepada Ny. Rahmad Soerodin dan kegiatan foto bersama.